obj3

Melalui PT FDS, Bank Banten gunakan teknologi Amazon untuk kembangkan layanan digital

Kontan.co.id - 01/12/2021, 10:35 WIB
Kerjasama Bank Banten dengan Fortress Data Services.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Jumat pekan lalu Bank Banten resmi meneken kerjasama dengan Fortress Data Services (FDS).  Melalui FDS, Bank Banten menggunakan teknologi Amazon Web Services (AWS), 

Langkah ini di tengah maraknya bisnis bank digital. Terlebih  Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 12 Tahun 2021 yang mengatur tentang bank digital. Maka industri perbankan secara umum juga harus meningkatkan kemampuan teknologi mereka. 

Bank Banten mempersiapkan fondasi transformasi menggandeng FDS melalui penggunaan teknologi AWS. Transformasi agar nasabah hingga operasional perbankan untuk di masa yang akan datang semakin mudah dan efisien. 

Nantinya emiten berkode saham BEKS akan mengembangkan ekosistem layanan digital. Sehingga tidak hanya mengandalkan dari pendapatan bunga. 

“Kita mengembangkan ekosistem yang akan memberikan kontribusi bukan hanya pendapatan bunga, tapi juga fee based income. Fee based income punya potensi cukup besar dengan tingkat risiko yang bisa dikendalikan,” terang irektur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin, dalam rilis yang diterima Kontan.co.,id, Senin (20/9).

Direktur Utama FDS, Sutjahyo Budiman menjelaskan, transformasi berupa digitalisasi proses. Namun, ke depan peluang membuat super app tetap ada. Sembari melihat perencanaan dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.

“Kita sudah menganalisis, melihat nature Bank Banten, sampai saat ini belum ada rencana melakukan super app, yang kita lakukan digitalisasi proses, melakukan dengan partnership,” kata Sutjahyo.

Bagi FDS, AWS memberikan bantuan dalam bentuk peningkatan kapabilitas SDM. FDS tidak perlu lagi melakukan pengadaan hardware yang memakan waktu sekitar 4 pekan hingga 6 pekan dan perlu dilakukan setiap terjadi penambahan.

Dari segi keamanan, FDS mempercayakan AWS menjalankan praktik-praktik terbaik dan patuh terhadap standar-standar global. Selain menjaga keamanan infrastruktur, AWS juga menyediakan tools keamanan yang dapat dimanfaatkan oleh pelanggannya untuk mengamankan aplikasi dan data mereka di cloud.

Gunawan Susanto, Country Manager AWS Indonesia mengatakan, AWS menyediakan layanan kepada institusi keuangan, perbankan, pembayaran, pasar modal dan asuransi, dengan infrastruktur dan layanan yang aman dan tangguh. “Ini  membedakan mereka hari ini dan beradaptasi dengan kebutuhan yang akan datang,” ujar Gunawan. 

Hingga saat ini mayoritas pendapatan utama BEKS masih ditopang pendapatan bunga sebesar Rp 180 miliar pada Agustus 2021. Meningkat 168% dari posisi Maret 2021. 

Porsi  fee based income masih terbilang kecil, yakni sebesar Rp 19,6 miliar pada Agustus 2021. Tapi  melonjak 299% dibandingkan posisi Maret 2021. "Kami akan terus bersama partner dengan aplikasi layanan digital akan mengupayakan peningkatan fee based income. Harapan kami bisa komposisinya itu dobel digit. Di kisaran 10%-15%," imbuh Agus.

Penulis Ahmad Febrian, Maizal Walfajri
|
Editor Ahmad Febrian
Kunjungi aws.amazon.com untuk membaca artikel lain seputar AWS Ada Untuk Indonesia
Artikel Terkait
post 1

AWS Region Asia Pasifik Jakarta Resmi Dibuka pada Akhir 2021

KompasTV - 14/12/2021, 19:40 WIB
post 1

Pandemi virus corona tak ganggu pembangunan pusat data AWS di Indonesia

Kontan.co.id - 23/11/2021, 15:03 WIB